Kawan...
kurasa Indonesia selalu lebih terlihat cantik dan molek pada bulan Agustus. Keramah tamahan masyarakat dan jiwa kekeluargaan sangat terasa.
Lihat saja warga di lingkungan ku, mereka sibuk membersihkan lingkungan, taman di tata secara rapi, jalan, selokan, lapangan semuanya disapu bersih, hebatnya semua warga dengan sukarela bergotong royong dan senyum tak pernah pergi dari wajah mereka. Keikhlasan yang luar biasa....
Kemeriahan semakin terasa saat tawa dan sorak-sorai anak-anak yang sedang berlomba terdengar di telingaku, mereka berjuang untuk menjadi yang terbaik, baik yang menang dan yang kalah semuanya tetap tersenyum dan menerimanya dengan keikhlasan hati, ternyata di bulan ini kita juga dapat merasakan supprotivitas yang alami...
Mungkin hal inilah yang sesungguhnya diperjuangkan para pahlawan Indonesia, Kemerdekaan dan kebebasan untuk dapat menikmati kedamaian, dapat tersenyum dan menertawakan hidup, bekerjasama dengan orang dengan keikhlasan hati, berkompetisi secara sehat...
Dulu kemenangan kita raih karena kebersamaan
Kenapa kini kita seolah lupa dengan kebersamaan itu, lupa untuk bersama-sama mewujudkan mimpi
Mimpi agar bumi Indonesia tetap menjadi negeri yang damai bagi penduduknya
Dirgahayu Indonesia Ku....
Semoga Kedamaian Selalu Ada Di Negeri Ini...
Saturday, August 2, 2008
Bekerja Dengan Kejujuran Hati
Kehidupan kadang begitu keras menempa manusia. Namun, semestinya tempaan hidup tidak boleh merampas prinsip hidup yang kita yakini termasuk kejujuran hati.
Teringat saya dengan seorang kenalan, seorang lelaki paruh baya, kepala keluarga dengan beban kehidupan yang cukup besar. Baru saja ia mengkredit rumah mungil di daerah kota Semarang, sengaja ia membeli rumah ini sekedar memberikan surga kecil bagi keluargannya. Si bungsu yang ia cintai kerap jatuh sakit, sehingga lelaki paruh baya ini harus bekerja lebih keras lagi demi menghasilkan uang (begitu logikannya).
Namun, langkahnya tergoyahkan saat godaan datang. Angin KKN mulai menerpanya, lambaian uang buah dari kepercayaan mulai menggodanya, menerpa lembut kesetiap pori kulit, wanginya begitu semerbak, dan keindahannya menggoda. Lelaki ini terbuai sehingga tanpa ia sadari, perlahan-lahan namun pasti kejujuran hati mulai ia gadaikan demi kebahagian keluarga kecilnya
Hari itu, kamis terakhir di bulan juli 2008, hari kelabu bagi kehidupannya....
Selepas menunaikan tugas ia terpaksa mendengarkan sebuah kabar terburuk pada tahun ini. Kejujuran hati yang ia gadaikan demi kesenangan sesaat harus ditebus mahal dengan kehilangan pekerjaan...
Lelah dimatanya semakin nampak, tubuh gagahnya melangkah gontai meninggalkan sumber penghidupannya selama ini, terbayang di benaknya keluarga yang dicintainya menanti di rumah, Ya Tuhan dengan apa aku akan menghidupi mereka nantinya ?
Tuhan pasti punya rencana indah bagi lelaki ini, ia dijauhkan dari godaan dunia yang merampas kejujuran hatinya...
Untuk lelaki paruh baya kenalanku, maaf jika tak ada satupun kata perpisahan yang terucap dari bibirku, semoga kau mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan ini, semoga Tuhan selalu menyertai Anda dan keluarga
Teringat saya dengan seorang kenalan, seorang lelaki paruh baya, kepala keluarga dengan beban kehidupan yang cukup besar. Baru saja ia mengkredit rumah mungil di daerah kota Semarang, sengaja ia membeli rumah ini sekedar memberikan surga kecil bagi keluargannya. Si bungsu yang ia cintai kerap jatuh sakit, sehingga lelaki paruh baya ini harus bekerja lebih keras lagi demi menghasilkan uang (begitu logikannya).
Namun, langkahnya tergoyahkan saat godaan datang. Angin KKN mulai menerpanya, lambaian uang buah dari kepercayaan mulai menggodanya, menerpa lembut kesetiap pori kulit, wanginya begitu semerbak, dan keindahannya menggoda. Lelaki ini terbuai sehingga tanpa ia sadari, perlahan-lahan namun pasti kejujuran hati mulai ia gadaikan demi kebahagian keluarga kecilnya
Hari itu, kamis terakhir di bulan juli 2008, hari kelabu bagi kehidupannya....
Selepas menunaikan tugas ia terpaksa mendengarkan sebuah kabar terburuk pada tahun ini. Kejujuran hati yang ia gadaikan demi kesenangan sesaat harus ditebus mahal dengan kehilangan pekerjaan...
Lelah dimatanya semakin nampak, tubuh gagahnya melangkah gontai meninggalkan sumber penghidupannya selama ini, terbayang di benaknya keluarga yang dicintainya menanti di rumah, Ya Tuhan dengan apa aku akan menghidupi mereka nantinya ?
Tuhan pasti punya rencana indah bagi lelaki ini, ia dijauhkan dari godaan dunia yang merampas kejujuran hatinya...
Untuk lelaki paruh baya kenalanku, maaf jika tak ada satupun kata perpisahan yang terucap dari bibirku, semoga kau mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan ini, semoga Tuhan selalu menyertai Anda dan keluarga
Subscribe to:
Posts (Atom)