kisah ini berawal dari perbincangan ku dengan mama, memahami adanya kebutuhan emosional kamu yang nampaknya belum terpenuhi. Id kamu tuh bergejolak sekali sampai" kamu mengabaikan keharmonisan id-ego-superego.
Mari kita analisa pendapatku ini,;
- Id didorong oleh prinsip kesenangan yang memberikan dorongan untuk segera dipuaskan atau dipenuhi, penundaan pemenuhan kebutuhan ini akan membuat seseorang mengalami kecemasan
- Ego, bekerja dengan prinsip realitas, yang berusaha memenuhi keinginan-keinginan id dengan cara-cara yang realistik dan sesuai dengan lingkungan sosial. Ego yang mengelola pelepasan ketegangan apabila Id tidak dapat terpenuhi
- Superego, adalah aspek kepribadian yang menampung semua standard internalisasi moral dan cita-cita yang diperoleh dari orangtua dan masyarakat. superego bisa terbagi menjadi 2 yaitu ; (1) ideal ego yaitu perasaan bangga, bernilai dan berprestasi jika mampu menjalankan/mematuhi nilai" yang telah ditetapkan figur otoritas (orangtua), dan (2)hati nurani mencakup nilai-nilai yang dianggap baik oleh orangtua dan masyarakat. pelanggaran terhadap nilai-nilai akan menimbulkan rasa bersalah dan penyesalan
oke, dari sekian banyak cerita yang beredar tentang kamu, aku mengambil keputusan bahwa dorongan yang seringkali muncul adalah kebutuhan biologis, kebutuhan dicintai dan kebutuhan dihargai, ego kamu seringkali tidak berjalan secara harmonis dengan superego. akhirnya kamu terlibat dalam sebuah konflik, yang sayangnya lebih banyak kamu hindari daripada kamu hadapi
lalu kenapa ego kamu lebih banyak bertentangan dengan superego? aku menduga karena hubungan dengan orangtua yang kurang harmonis dan lingkungan sosial yang cenderung kurang menekankan nilai" moral keagamaan
lalu apa yang bisa dilakukan? hmm mungkin relatif susah yang membenahinya apalagi usia kamu juga sudah memberi kontribusi terbentuknya kepribadian yang menetap. Beberapa alternatif yang bisa dilakukan adalah membalikkan kesadaran tentang adanya norma" yang berlaku di masyarakat, dan memperbaiki komunikasi dengan orangtua. contohnya memperbaiki sisi spritualitas kamu, ada baiknya kamu semakin dekat dengan Tuhan karena di dalam kitab suci banyak sekali aturan" tentang kehidupan. kalo kita kaitkan dengan kebutuhan seksual, cinta dan dihargai maka aku sarankan kamu segera menikah dengan wanita yang satu keyakinan agama dengan mu.
nah, nama nya juga menikah, maka perlu disadari bahwa pernikahan ini tentu bukan sekedar menyatukan 2 pribadi saja. tapi juga meyatukan 2 keluarga, ada baiknya kamu memperkenalkan diri ke keluarga pasangan demikian pula sebaliknya. kemudian buat acara liburan bersama 2 keluarga, biar sama" kenal, setelah itu baru bicarakan tentang pernikahan :)
kayaknya, liburan bersama keluarga sesuatu yang menyenangkan deh, dalam situasi yang relaks, ketegangan hubungan diharapkan secara perlahan mencair :) dan kemungkinan disetujui semakin besar
Lanjut ya, lalu bagaimana dengan kebutuhan untuk dihargai dari sisi "siapa sih kamu" "apa pekerjaan kamu" dan "seberapa berhasilnya kamu", atau gampangnya seberapa sukses kamu? sekedar saran aja yang odong, seseorang sukses itu kalo ia mampu menerima masa lalu, bertindak efektif di masa kini dan optimis terhadap masa depan. jadi bukan dari seberapa banyak materi yang kita punya. Oke lah rumah minimalis tingkat 2 dan mobil keluarga itu tetap dijadikan mimpi, biar odong semakin termotivasi untuk bekerja dengan lebih baik lagi.
:)