Thursday, September 25, 2008

Tetangga oh tetangga

sudah 2 tahun ini kami sekeluarga pindah ke Semarang, berbeda dengan kehidupan Jakarta yang lebih individualis, di lingkungan kami yang baru para tetangganya lebih "nyedulur", mereka ramah dan saling peduli satu sama lainnya
Keramah tamahan para tetangga sudah nampak diawal pertemuan kami dengan mereka, kesan pertama adalah begitu menyenangkan seolah kalimat "tetangga ibarat saudara, yang pertama kali akan membantu jika kita tertimpa musibah" benar adanya
Tapi namanya juga manusia, selalu aja ada yang unik...
Kami punya seorang tetangga namanya bu Mul yang ramahnya minta ampun, suka menyapa, suka memberi pokoknya menyenangkan! tapi pada saat kami menyelenggarakan pengajian tetangga yang lain sibuk mewanti-wanti Ibu saya, mereka berbisik "Ssst...ati-ati loh bu sama bu Mul, dia tukang nggosip!" Walah! kami tertegun mendengarnya...dalam hati berkata masa sih?
Waktu berlalu, ternyata memang bu Mul sedikit "ember" anggep aja dia jago ndongengin kita, jujur aja ceritanya seru2, perilakunya hampir sama dengan wartawan infotaiment yang selalu meng-up date informasi terbaru dari kami para tetangganya...
Ternyata bukan gosipnya bu Mul yang mengganggu kami, tapi keegoisannya dalam bertetangga..!
Bu Mul sangat enggan selokan yang ada di depan rumahnya dialiri oleh limbah rumah tangga dari tetangga, dengan pongahnya ia membendung selokannya sehingga kami para tetangga dibuat repot oleh kelakuannya...
Berbagai cara sudah kami coba untuk membujuk bu Mul supaya dengan keikhlasan hatinya membuka bendungan di selokannya agar limbah kami bisa mengalir, sekedar numpang lewat sebentar di depan rumahnya..
Dari cara persuasif terselubung, blak-blakan langsung pada pointnya, lapor pak RT, adu mulut... semua strategi tak mempan melawan kekerasan hati bu Mul
Tinggalah kami gigit jari melihat genangan air didepan rumah kami yang berbau dan menjadi sarang ratusan nyamuk setiap harinya (yang kami yakin puluhan nyamuk diantaranya dengan rakus menghisap darah keluarga bu Mul juga), keadaan ini sebenarnya tidak hanya mengganggu kesehatan kami tapi juga keluarga bu Mul yang hanya beda satu rumah dengan kami
Tetangga oh tetangga....
mestinya kita dapat hidup harmonis, saling menghargai satu sama lainnya, berbagai kebaikan dan saling menginggatkan jika melakukan kekeliruan
Semoga Allah SWT melunakan kekerasan hati bu Mul...

Thursday, September 11, 2008

Monday, September 8, 2008

Cinta Pertama

Sudah tiga hari ini saya kena karma.
Dulu, saya gak pernah percaya kalo ada yang bilang cinta pertama itu sulit buat dilupain.
Saya yakin kalo saat ini kita punya seseorang yang berarti dalam kehidupan kita, yang kita cinta dan kita nyaman bersamanya maka cinta pertama lewat gitu aja dalam memory kita
Ternyata itu salah...
Berawal dari sms selamat menunaikan ibadah puasa (tradisi diawal bulan puasa) akhirnya tanpa sengaja saya berhubungan lagi dengan seseorang di masa lalu saya. Waktu saya SMP cowok ini pernah nyatain perasaannya (waktu itu habis upacara bendera 17-8-1995 di SMP 128 Halim). Karena malunya maka saya enggak pernah bilang "iya" ke cowok itu (bodoh banget ya?) padahal saya juga suka ama dia, herannya cowok itu juga gak pernah nanyain jawaban dari perasaan saya. Intinya ini benar-benar seperti 2 monyet yg lagi jatuh cinta.
Gak disangka bertahun-tahun kita pisah masing2 dari kami berdua masih memendam pertanyaan yang sama (not perasaan yang sama loh..) tentang pernyataan 17-8-95 kami. Pucuk di cinta ulam tiba, akhirnya pada hari Jumat 5-9-2008 kita tahu jawabannya kalo kita sebenarnya saling suka, cuma karena saling gengsi, malu dan bodohnya sehingga perlu waktu 13 tahun untuk mengetahui dan berani mengakuinya.
Sekarang kami punya kehidupan masing-masing, dia udah nikah dan punya satu momongan usia 8 bulan dengan seorang istri cantik yang mau menerima dia apa adanya tanpa gengsi2an segala.
Satu lagi pelajaran hidup yang saya petik, kesempatan emang gak pernah datang 2 kali jangan cuma karena gengsi lalu kita melewatkan sebuah kesempatan yang nampaknya sederhana. Trus cinta tuh gak perlu diperumit, cukup rasakan, nikmati dan syukuri (karena cinta memang Anugrah Tuhan yang paling indah)
Buat Anda para pencari cinta, nikmati cinta dalam hati Anda dan selamat berjuang !!!