sudah 2 tahun ini kami sekeluarga pindah ke Semarang, berbeda dengan kehidupan Jakarta yang lebih individualis, di lingkungan kami yang baru para tetangganya lebih "nyedulur", mereka ramah dan saling peduli satu sama lainnya
Keramah tamahan para tetangga sudah nampak diawal pertemuan kami dengan mereka, kesan pertama adalah begitu menyenangkan seolah kalimat "tetangga ibarat saudara, yang pertama kali akan membantu jika kita tertimpa musibah" benar adanya
Tapi namanya juga manusia, selalu aja ada yang unik...
Kami punya seorang tetangga namanya bu Mul yang ramahnya minta ampun, suka menyapa, suka memberi pokoknya menyenangkan! tapi pada saat kami menyelenggarakan pengajian tetangga yang lain sibuk mewanti-wanti Ibu saya, mereka berbisik "Ssst...ati-ati loh bu sama bu Mul, dia tukang nggosip!" Walah! kami tertegun mendengarnya...dalam hati berkata masa sih?
Waktu berlalu, ternyata memang bu Mul sedikit "ember" anggep aja dia jago ndongengin kita, jujur aja ceritanya seru2, perilakunya hampir sama dengan wartawan infotaiment yang selalu meng-up date informasi terbaru dari kami para tetangganya...
Ternyata bukan gosipnya bu Mul yang mengganggu kami, tapi keegoisannya dalam bertetangga..!
Bu Mul sangat enggan selokan yang ada di depan rumahnya dialiri oleh limbah rumah tangga dari tetangga, dengan pongahnya ia membendung selokannya sehingga kami para tetangga dibuat repot oleh kelakuannya...
Berbagai cara sudah kami coba untuk membujuk bu Mul supaya dengan keikhlasan hatinya membuka bendungan di selokannya agar limbah kami bisa mengalir, sekedar numpang lewat sebentar di depan rumahnya..
Dari cara persuasif terselubung, blak-blakan langsung pada pointnya, lapor pak RT, adu mulut... semua strategi tak mempan melawan kekerasan hati bu Mul
Tinggalah kami gigit jari melihat genangan air didepan rumah kami yang berbau dan menjadi sarang ratusan nyamuk setiap harinya (yang kami yakin puluhan nyamuk diantaranya dengan rakus menghisap darah keluarga bu Mul juga), keadaan ini sebenarnya tidak hanya mengganggu kesehatan kami tapi juga keluarga bu Mul yang hanya beda satu rumah dengan kami
Tetangga oh tetangga....
mestinya kita dapat hidup harmonis, saling menghargai satu sama lainnya, berbagai kebaikan dan saling menginggatkan jika melakukan kekeliruan
Semoga Allah SWT melunakan kekerasan hati bu Mul...
No comments:
Post a Comment