sebenarnya menyenangkan berbagi cerita denganmu, karena sudut pandang kamu benar-benar berbeda, kadang kita seperti dua orang buta yang saling berdebat tentang bentuk seekor gajah, padahal kamu memegang telinga gajah sedangkan aku memegang ekor gajah. Entah mengapa ku menikmati perdebatan itu, meskipun kadang memicu timbulnya rasa jengkel hingga aku menangis.
konyolnya meskipun aku menangis selalu saja pembicaraan itu berakhir dengan senyum diwajahku, ada kelegaan setelah berbagi dengan mu. ini mungkin salah satu rahasia hidup, adanya diri mu bukan lah sebuah kebetulan semata. aku percaya bahwa jalan hidup ini adalah hasil dari setiap keputusan yang diambil kemarin. memutuskan menghubungi kamu, berjumpa denganmu, berbagi denganmu menyebabkan kita sekarang menjadi teman berdebat yang baik.
tak perlu lah kamu bertanya atau mencoba menghakimi atau mungkin bersusah payah memberikan label kepada diriku. karena rasanya hidup memang lebih indah jika dinikmati proses perjalanannya sehingga jika tujuan hidup tak tercapai, setidaknya kita punya kenangan tentang hidup itu sendiri.
aku sedang berupaya menata hidupku, hidup yang carut marut tak berbetuk. kamu bayangkan saja jika seisi rumahmu berantakan, porak poranda, dan kamu harus menatanya, gak menutup kemungkinan kamu akan menata sambil ngedumel kan? bayangkan saja itu aku...
kalau kamu malas mendengar celotehku lagi, telinganmu terganggu dengan kebrisikanku, pergilah saja. biarkan aku sendiri menata hidupku, menata hatiku, menata jiwaku. tak perlu kau ada disaat terburukku karena sesungguhnya ini bukan salahmu...

No comments:
Post a Comment