Wednesday, November 9, 2011

hot chocholate..........

Musim hujan telah datang......
lumayan menyejukkan kota Semarang....
gak ada yang lebih menyenangkan selain menikmati secangkir coklat panas...
dibalik rasa yang enak gak ada salahnya klo kita kenal lebih dalam dengan si coklat..

Perjalanan Hidup Hot Chocolate

Kali ini saya membahas mengenai perkembang coklat terdahulu, dan menjadi bahan apa saja coklat tersebut dan dahulu digunakan sebagai apa saja, yuk kita lihat bagaimana perjalanan barang yang berwarna coklat ini dalam kehidupan kita.

kalau dengar yang namanya Coklat tentu kita pasti terbayang yang warna nya coklat agak kehitaman, rasanya manis, selain itu juga dengan bentuk yang unik kadang bisa disajikan dengan minuman coklat, atau batangan coklat, atau bubuk coklat dan sekarang karna jaman sudah lebih maju dan manusia juga mulai mengerti apa saja keistimewaan nya dijadikan juga coklat dalam bentuk product kecantikan.

Melalui catatan sejarah pada buku yang berjudul Ancient Chocolate Found in Maya "Teapot", oleh Bijal P. Trivedi, diterbitkan oleh National Geographics Society, 17 Juli 2002 dan dari buku berjudul Chocolate: an illustrated history, oleh Morton, terbitan F. Crown Publishers, tahun 1986, diperoleh data-data bahwa pada masa peradaban tertua di Amerika sekitar tahun 1500-400 SM, biji coklat mempunyai nilai guna yang besar sehingga dapat menjadi alat tukar yang bernilai tinggi. Biji coklat merupakan hadiah mewah untuk sesaji persembahan kepada para dewa dan berbagai upacara religi lainnya. Sebagai “makanan para dewa”, membuat manusia tidak lagi ‘berjarak’ dengan cokelat.

Kedekatan hubungan manusia dan cokelat mulai ditandai dengan dikonsumsinya biji cokelat ini sebagai minuman yang disebut “chocolate” dalam bahasa Meksiko. Jenis minuman yang terbuat dari biji coklat yang dipanggang, dicampur dengan air, dan sedikit rempah-rempah.

Cokelat mulai dikenal di daratan Eropa pada masa imperialisme awal (tahun 1500-an), walaupun ketika Christopher Columbus membawa biji cokelat ke Eropa untuk pertama kali pada tahun 1502, mereka tidak tahu sama sekali kegunaan cokelat dan cokelat menjadi komoditi yang diabaikan.Ketika Hernan Cortez, seorang Jenderal dari Spanyol berhasil menaklukkan bangsa Aztec pada tahun 1519, ia mencicipi minuman cokelat untuk pertama kalinya. Kemudian menulis surat pada Raja Spanyol Charles V bahwa, “Minuman ini adalah minuman yang berharga, yang dapat membangkitkan semangat untuk bertempur dan tetap siaga. Satu cangkir minuman ini mampu membuat manusia bertahan satu hari tanpa makanan”.

Akhirnya Cortez kembali ke Eropa dan mengisi penuh kapalnya dengan biji coklat dan peralatan lengkap untuk membuat minuman ini. Sejak saat itu, manfaat cokelat tersebar ke berbagai negara Eropa seperti Spanyol, Perancis, dan Inggris, dan sebagian kawasan Amerika Utara. Tahun 1631, racikan minuman coklat yang pertama terbit di Spanyol, hasil kreasi Antonio Colmenero de Ledesma.

Ia adalah seorang Dokter dari Andalusia dan selama ia mengunjungi Hindia Barat ia menaruh perhatian pada aspek diet dan efek psikologis dari minuman cokelat ini. Ia menyatakan, “Cokelat itu menyehatkan. Minuman ini membuat peminumnya gemuk dan dapat meningkatkan konsentrasi berpikir”.

Untuk wanita, minuman ini juga dapat meningkatkan kesuburan dan mempercepat proses pemulihan setelah melahirkan. Pada tahun 1640-an, minuman coklat mulai dicampur dengan gula dan menjadi minuman yang populer dikalangan orang-orang kaya di Spanyol. Ketika salah satu anggota keluarga kerajaan Spanyol menikah dengan keluarga kerajaan Inggris, cokelat menjadi mas kawin. Pembuat coklat kerajaan pun ditunjuk secara khusus dan popularitas cokelat semakin melesat.

Pada pertengahan abad ke-17, cokelat dinikmati dan menjadi popular di Inggris. Khususnya setelah Jamaika memberikan akses produksi biji cokelatnya kepada negara Inggris. Setelah cokelat diproduksi di Inggris, cokelat menjadi hidangan penutup setelah makan malam dan susu menjadi campuran tambahannya. Menginjak tahun 1656, hot chocolate telah menjadi jenis minuman eksotik di sepanjang wilayah Eropa. Queen’s Land Coffee House di Oxford, sudah mulai menyajikan minuman cokelat dan kopi pada tahun 1656 hingga abad 21 sekarang.

Perusahaan periklanan pemerintah disana pun membuat catatan bahwa, “Di Queen’s Head Alley, ada minuman terbaik dari Hindia Barat yang disebut hot chocolate, dijual, dan mudah dalam penyajiannya.”

Resep Paling Sederhana dari Cokelat
Resep minuman yang telah berumur ribuan tahun ini, mulai tersebar ke seluruh dunia. Kita mulai menggemari cokelat. Kemudahan-kemudahannya tidak hanya karena bahan baku cokelat yang makin gampang diperoleh, tapi juga karena resep ini adalah resep paling sederhana untuk menikmati cokelat.Resep hot chocolate pertama kali dibuat oleh suku Maya di Amerika Selatan.

Mereka membuat hot chocolate ini dari campuran biji cokelat yang telah ditumbuk halus, rhubarb (sejenis tumbuhan umbi-umbian), kemudian dicampur dengan air, madu, dan rempah-rempah, seperti kayu manis, cabe, dan vanilla. Dalam penyebaran biji cokelat ke daratan Meksiko, orang-orang yang tinggal di pusat dan wilayah selatan Meksiko, akhirnya jadi memiliki kebiasaan meminum hot chocolate dua kali dalam sehari selama setahun.

Pada hot chocolate nya ada gelembung busa (foam) yang masih terkenal hingga sekarang. Orang-orang Meksiko pun percaya bahwa ‘roh’ minuman ini ada pada foam nya. Gelembung-gelembung busa ini dibuat dengan alat dapur dari kayu yang disebut molinillo. Molinilli [moh-lee-NEE-oh], sejenis alat pengocok minuman cokelat ala meksiko. Resep hot chocolate ala Meksiko dibuat dari cokelat pahit bubuk, gula, kayu manis, garam, vanilla, telur, dan tambahan susu. Semakin banyak peminat hot chocolate di seluruh belahan dunia, resepnya menjadi semakin sederhana.

Dalam perkembangannya, pada kebanyakan restoran/kafe yang menyediakan hot chocolate, menggunakan resep yang terdiri dari cokelat bubuk siap seduh (dalam paket kemasan single), dan bisa ditambahkan susu menurut selera konsumen.

Jika suatu saat Anda menikmati hot chocolate sendirian, hidangan minuman ini bisa menjadi sahabat dekat yang manis, menyenangkan, dan membuat pikiran kita menjadi lebih tenang. Kalau tidak percaya, silahkan mencoba.

Perawatan Kulit dengan Chocolate Body Scrub

Kita sadar kalau waktu cepat sekali bergulir seperti pencuri, dan waktu mulai mencuri usia kita,karena tiba-tiba saja kita baru menyadari kulit kita semakin keriput dan kusam. Waktu telah mencuri kesehatan kita, ketika kita mulai merasa sakit perut, atau bahkan tiba-tiba harus dirawat di rumah sakit. Waktu juga mencuri pikiran-pikiran tenang kita, ketika kita merasa sulit untuk tidur dan istirahat.

Rutinitas yang berjalan setiap hari, tanpa kita sadari telah banyak menyita tenaga, pikiran, dan waktu kita. Banyak hal penting yang bisa lepas dari perhatian kita. Ketika sudah banyak peristiwa lain yang terjadi di depan mata sebagai akibat dari beberapa peristiwa sebelumnya, barulah kita tersadar bahwa waktu telah banyak mencuri. Kualitas pekerjaan di kantor, jam kerja yang padat, tak sempat istirahat, tak sempat mengabarkan orang di rumah kalau hari itu harus pulang terlambat, tak sempat makan karena tiba-tiba ada rapat mendadak, bahkan tak punya waktu yang cukup untuk tidur.

Dari semua kejadian ini, tak banyak yang beruntung dan bisa menaklukkan sang waktu. Sudah demikian banyak gaya hidup yang bisa menjadi pilihan rutinitas. Ada yang dampaknya baik, ada yang dampaknya buruk. Kadang nurani dan akal sehat jarang punya hubungan yang baik. Menurut akal sehat, jika kita ingin meraih karir, maka bekerja keras adalah jurus paling ampuh. Menurut nurani, tubuh tak akan sanggup menampung semua keinginan otak. Ada yang harus dibatasi, demi hal yang lebih penting dan berharga. Disebut : Kesehatan.

Atas nama kesehatan, banyak pula industri jasa yang menyediakan fasilitas dan kemudahan untuk memperoleh gaya hidup sehat. Di tengah hiruk pikuk dan debu di pusat kota, ada sebuah pojok ruang tenang yang menyediakan kenyamanan untuk tamu-tamunya. Jika kita melangkah masuk ke Klub and Spa, suguhan bunyi musik yang lembut mengalun pelan, aroma rempah-rempah tercium wangi, membuat tubuh kita memperoleh relaksasi awal. Suasananya yang tenang dan senyap, ruang-ruang privacy yang bersih dan rapi, para terapis yang ramah dan handal, menyambut kedatangan tubuh-tubuh kita yang penat.

Khasiat Cokelat untuk Perawatan Kulit
Telah banyak dibicarakan oleh para peneliti bahwa cokelat punya banyak khasiat yang baik untuk tubuh kita. Mengonsumsi cokelat, berarti dapat mencegah penyakit jantung dan mengobati sakit perut. Ada cara sehat lain untuk mengonsumsi cokelat, yaitu melalui body threatment, jenis terapi ini disebut dengan Chocolate Body Scrub.

Bahan utama yang dipakai dalam terapi Chocolate Body Scrub adalah cokelat. Mengenai hal ini, Shinta mengatakan, “Bahan utamanya adalah cokelat bubuk yang ditambah sedikit rice powder dan diseduh air hangat. Cokelat bubuk import ini dibuat dari bahan yang kualitasnya bagus. Kami memilih cokelat bubuk yang benar-benar dibuat langsung dari biji cokelatnya. Cokelat bubuk murni dari biji cokelatnya, bermanfaat untuk perawatan kulit dan relaxing.”

Menurut data dari ilmu kesehatan, cokelat mengandung zat yang disebut katekin. Zat inilah yang banyak berperan dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, khususnya pada kulit. Katekin adalah senyawa antioksidan yang dapat mengatasi masalah-masalah penuaan dini pada manusia. Kandungan katekin ini juga ada pada teh dan kopi. Tapi cokelat punya kandungan katekin yang lebih banyak dari keduanya.

Tidak hanya kulit saja yang menjalani proses terapi, tapi menjangkau hingga seluruh tubuh. Kita akan merasakan pijatan yang membuat otot-otot tak lagi tegang, dan tubuh benar-benar menjadi rileks.

Ginger Tea pada Terapi Chocolate Body Scrub
Minuman ini hadir sebagai tahap pertama terapi. Sebagai minuman pengantar yang juga berfungsi untuk membantu proses rileks pada tubuh. Minuman ini punya rasa yang hangat, manis, dan enak. Wangi jahe memang lebih dominan.

Dibuat dari jahe yang dipanggang hingga wangi, dan masukkan ke air mendidih. Lalu masukkan juga sejengkal kayu manis, sedikit pala bubuk, cengkeh, dan gula aren.”
Ginger Tea ini dibuat tanpa membubuhi sedikit pun teh kedalam racikannya. Disebut sebagai ginger tea, karena warnanya yang cokelat gelap seperti teh.

Tahap-tahap dalam Terapi Chocolate Body Scrub:
1. Foot bath. Lebih lazim dikenal dengan sebutan “cuci kaki”.
Yang menjadi istimewa adalah, pada tahap ini kaki kita akan dicuci didalam air hangat yang telah dibubuhi aroma terapi essential oil dengan taburan helai bunga mawar di permukaan airnya. Terapis akan membersihkan kaki kita, sambil memijatnya perlahan-lahan.

2. Minum ginger tea.
Pelanggan disuguhi minuman ginger tea yang hangat dan manis. Disarankan untuk meminumnya karena aroma minuman rempah-rempah ini dapat membantu tubuh menjadi rileks dan mengendurkan otot-otot yang tegang.

3. Chocolate body scrub.
Tubuh dilumuri dengan cokelat sampai merata, di bagian punggung, dada, tangan, hingga kaki sambil dipijat. Berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulti mati dan membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh.

4. Mandi air hangat.
Setelah selesai chocolate body scrub, pelanggang disarankan untuk mandi air hangat. Ini berguna untuk membersihkan sisa-sisa kotoran pada tubuh yang terangkat oleh chocolate scrub tadi.

5. Massage / pijat dengan lima aroma terapi.
Pada tahap ini, tubuh dipijat dengan lima jenis aroma terapi. Relaxing oil, citrus florest, violete garden, rinjani energizing, dan serenity. Berguna untuk melenturkan kulit dan melemaskan otot-otot yang tegang.

“Semua orang yang sudah menjalani terapi chocolate body scrub, kulitnya menjadi lebih cerah, aroma cokelatnya juga menyegarkan tubuh. Jadi berfungsi untuk refreshing juga. Jika tubuhnya benar-benar telah penat, rasanya seperti di re-charge. Tubuh menjadi segar kembali. Ini adalah cara sehat untuk menikmati cokelat,”

Begitu banyak manfaat Coklat yang mungkin kita rasakan, so gak ada salah nya untuk mulai mencoba manfaat tersebut untuk diri kita.

Selamat Mencoba

(sumber dari segala narasumber di Google)

No comments: